Anda bukan Orang Asing di Sini
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh" - Efesus 2:19-22
Kami segenap Pendeta, Majelis dan seluruh Jemaat mengucapkan selamat datang bagi Jemaat yang baru pertama kali hadir dalam ibadah minggu di Gereja HKBP Ressort Pondok Kopi. Anda bukan Orang Asing ditempat kami, Anda adalah bagian dari keluarga besar dari Gereja HKBP Ressort Pondok Kopi.
Bagi Jemaat yang baru hadir dan belum memiliki tempat ibadah yang tetap, kami dengan senang hati menyambut dan membantu bapak ibu untuk dapat menjadi bagian dari keluarga besar HKBP Ressort Pondok Kopi untuk menjadi Jemaat tetap di Gereja kami. Silahkan menghubungi Pendeta atau Majelis yang bertugas, kami siap membantu Anda.
Tuhan Yesus Kristus Memberkati
Minggu II Dung Trinitatis
DIPINTORI ALA HAPORSEAON
DIBENARKAN OLEH KARENA IMAN - Galatia 2 : 15 - 21
Syalom, selamat bersua kembali di minggu ke-2 ses. Trinitatis saat ini, yang bagi gereja kita diberikan topik “Dibenarkan oleh karena iman/dipintori ala haporseaon”. Paulus dengan tegas mengatakan dalan suratnya ‘ namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri- Nya untuk aku” (Galatia 2:20) . Setiap manusia, tak peduli sebaik apa pun usahanya, tidak bisa dibenarkan oleh perbuatan (hukum Taurat). Rasul Paulus dengan tegas menyampaikan bahwa pembenaran hanya datang oleh iman dalam Yesus Kristus (Galatia 2:16). Ini adalah kabar baik bagi kita semua, karena kasih karunia Allah tak bisa dibeli—melainkan diberikan secara cuma-cuma bagi siapa saja yang percaya.
Dalam rasa syukur kurang lebih satu tahun gereja kita telah melaksanakan proses belajar -mengajar sidi dengan tujuan agar setiap anak-anak dapat mengambil keputusan etis yang harus dipertanggungjawabkan sebagai pengikut Yesus Kristus yang sejati, sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh roh jaman . Saat kita menerima Kristus, kita mengalami kematian terhadap cara hidup yang lama. Paulus menegaskan, "Aku telah disalibkan dengan Kristus." Itu berarti ego kita, kesombongan kita, dan semua dosa yang melekat pada manusia lama harus mati. Hidup yang sekarang kita jalani bukan lagi milik kita, tetapi milik Kristus yang hidup di dalam kita (ayat 20). Ini bukan sekadar perubahan perilaku, tapi perubahan identitas dan arah hidup . Anugerah Allah bukan sekadar pelengkap hidup yang bisa diambil atau ditolak sesuka hati. Paulus bahkan berkata, "Jika kebenaran diperoleh karena hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus" (ayat 21). Menolak anugerah-Nya sama dengan berkata bahwa salib itu tidak perlu. Mari kita berhenti mencoba ‘membayar’ anugerah dengan usaha kita sendiri. Kita dipanggil bukan untuk menyempurnakan diri dengan kekuatan kita, melainkan untuk membiarkan Kristus hidup melalui kita. Saat kita bersandar penuh pada kasih karunia-Nya, di situlah kita menemukan hidup yang sejati—hidup oleh iman, dalam kasih, dan untuk kemuliaan-Nya.. Amin
Pdt. BengSil.





.png)




























